pinilih

pinilih
 

Master Plan Potensi Wisata Desa Sendang Wonogiri

0 komentar
Master Plan Desa Wisata Sendang
Desa Sendang merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah
Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Desa Sendang berada pada titik
koordinat bujur 110.892400° dan lintang -7.845530°. Kondisi alam Desa
Sendang berupa daerah dengan topografi dataran tinggi atau pegunungan
yang memiliki ketinggian ± 621 DPL (Diatas Permukaan Laut). Desa
Sendang memiliki curah hujan yang nilainya berkisar antara 200-300
mm/tahun, dengan keadaan tanah bergelombang dan suhu rata-rata sekitar
29°C. Desa Sendang berjarak sekitar 7 Km dari pusat Kota Wonogiri dan 150
Km dari Ibukota Provinsi Jawa Tengah, serta terbagi menjadi 7 RW dan 27
RT yang tersebar di 12 dusun.
Desa Sendang dibatasi oleh wilayah berikut :
Utara : Kelurahan Wuryorejo
Timur : Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur
Selatan : Desa Gumiwang Lor, Kec. Wuryantoro
Barat : Hutan Negara

KKN-PPM UGM 2018

Desa Sendang mempunyai potensi wisata yang unik dan ikonik, menjadi tempat
landasan peluncuran layang gantung Fasida Jateng – Lanud Adi Soemarmo yang
bertepat di Puncak Joglo, menyuguhkan pemandangan alam yang indah dengan
perpaduan gunung dan waduk gajah mungkur yang menawan dilihat dari udara
membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sendang Pinilih memperkenalkan
olahraga dirgantara yang cukup menantang yaitu Terbang Tandem. Terbang
tandem merupakan salah satu olahraga paralayang dengan dua orang
penerbang, satu orang menjadi pilot dan satu orang lainnya menjadi penumpang.
Terbang tandem lepas landas dari landasan Puncak Joglo dengan memanfaatkan
tenaga angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang
menyebabkan parasut melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu,
angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan
karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka
penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang
menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin,
hanya semata-mata memanfaatkan angin.
Peralatan terbang tandem sangat ringan, berat seluruh perlengkapannya
(parasut, harness, parasut cadangan, helmet) sekitar 10 – 15 kg. Peralatan
terbang tandem juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel
yang dapat digendong di punggung.
Perlengkapan utama dalam terbang tandem antara lain parasut utama dan
cadangan, harness, dan helmet. Perlengkapan pendukung terbang yang
diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi
terbang, dll. Sedang perlengkapan pakaian penerbang antara lain baju
terbang/flight suit, sarung tangan, dan sepatu berleher tinggi/boot. Jenis parasut
yang dipergunakan sangat tergantung dari tingkat kemampuan penerbang dan
berat penerbang. Setidak-tidaknya terdapat tiga jenis parasut paralayang yaitu,
parasut untuk pemula, parasut untuk penerbang menengah, dan parasut untuk
penerbang mahir. Ukuran parasut juga harus sesuai dengan berat
penerbangnya. Ukuran yang tersedia antara lain XS, S, M, L serta LL untuk
terbang berdua atau tandem.
Pilot duduk di suatu sabuk (harness) yang menggantung di bawah sayap kain
yang bentuknya ditentukan oleh ikatan tali dan tekanan udara yang memasuki
ventilasi di bagian depan sayap. Tarif yang dikenakan untuk dapat merasakan
terbang tandem adalah Rp.400.000,- sampai Rp.500.000,- dengan pengalaman
tebang melihat panorama kota wonogiri dan keindahan perairan waduk gajah
mungkur.

0 komentar:

Posting Komentar

 

DESA WISATA BUMDES SENDANAG PINILIH